Melihat tanyangan berita disebuah TV swasta tadi pagi membuat saya tercengang. Saya jadi bertanya, apakah memang seperti kebanyakan yang terjadi di seluruh jembatan timbang di Indonesia ?
Inspeksi mendadak yang dilakukan oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dijembatan timbang subah Batang menunjukkan betapa pungli sudah menjadi tradisi dan hal biasa di tempat-tempat seperti ini. Ironisnya pungli justru dilakukan oleh petugas yang notabene menjadi aparatur pemerintah sendiri.
Secara terang-terangan Ganjar melihat sopir dan kernet yang muatannya kelebihan tonase masuk kedalam ruangan kantor meletakkan uang dimeja petugas dan berlalu begitu saja tanpa disertai bukti penerimaan yang jelas.
Hah, Jelas saja petugas yang berada ditempat-tempat basah seperti ini pada gendut-gendut, makmur secara ekonomi karena tiap hari mendapat duit pungli. Katakanlah nilai pungli 10.000. Kalau satu hari ada 100 truk saja maka per hari uang pungli itu bisa terkumpul 1 Juta Rupiah. kalau 30 hari bisa 30 juta rupiah. Kepada siapa uang pungli tersebut dibagi ?
Hah, Jelas saja petugas yang berada ditempat-tempat basah seperti ini pada gendut-gendut, makmur secara ekonomi karena tiap hari mendapat duit pungli. Katakanlah nilai pungli 10.000. Kalau satu hari ada 100 truk saja maka per hari uang pungli itu bisa terkumpul 1 Juta Rupiah. kalau 30 hari bisa 30 juta rupiah. Kepada siapa uang pungli tersebut dibagi ?
Kemarahan Ganjar akhirnya tidak terbendung kepada petugas yang berjaga dan memerintahkan untuk membuka laci-laci. Begitu melihat dua amplop, langsung dilempar kemeja petugas dan berteriak "Buat siapa itu? Heh? Buat siapa?," kata Ganjar dengan nada tinggi,.
Coba lihat videonya nih....

0 comments:
Post a Comment